5 Perbedaan Jam Tangan Automatic dan Quartz


Pada masa awal, jam tangan hadir hanya dengan satu sistem pergerakan atau movement quartz untuk menjadi jantung dari jam. Desain pun tidak terlalu banyak variasi, hanya menunjukan dial, hand, dan angka, seperti fungsi jam tangan pada umumnya. Namun, dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat, jenis jam tangan menjadi lebih berlimpah serta canggih. Hingga kini, beberapa sistem yang diminati selain quartz ialah chronograph, digital, smartwatch, dan mechanical. Seperti yang sudah tertera pada judul, pada kesempatan ini kamu akan mendapatkan informasi lebih dalam mengenai perbedaan movement jam tangan automatic dan quartz. Tetapi, mengapa automatic belum disinggung? 


Banyak yang tidak sadar bahwa jam tangan automatic merupakan bagian dalam jam tangan mechanical. Dinamakan automatic, karena jam ini beroperasi dengan automatic winding. Sebuah istilah yang memiliki arti pengisian daya otomatis berasal dari putaran mesin dalam jam itu sendiri. Sedangkan jam tangan quartz, kebanyakan memiliki sistem yang masih lebih kuno atau sangat umum. Mereka masih membutuhkan elemen daya di luar jam tangan, untuk membuat jam tersebut dapat hidup secara konstan.


Pasti banyak dari kamu masih kurang paham akan kedua jam tersebut. Masih banyak sekali penjelasan yang harus dimengerti satu per satu, agar kamu mengerti betul tentang masing-masing jam. Oleh karena itu, mari bahas lebih rinci tentang perbedaan movement jam tangan automatic dan quartz di bawah ini.


1. Sumber Daya Energi

Saat membicarakan otomatis dan kuarsa, perbedaan signifikan yang harus kamu selalu ingat adalah perbedaan pengambilan daya energi. Jam tangan otomatis digerakkan oleh pegas utama yang harus diputar, baik secara berkala dengan tangan atau melalui mekanisme otomatis. Daya tersebut ditransmisikan melalui serangkaian roda gigi untuk menggerakkan perangkat roda lainnya. Lalu, perangkat yang disebut escapement melepaskan roda arloji untuk bergerak maju sedikit dengan setiap ayunan. Itulah yang membuat jam tangan akhirnya berfungsi menunjukkan waktu. Intinya, kamu tidak membutuhkan daya di luar jam untuk menjalankannya.


Berbeda dengan jam tangan kuarsa, movement jam tangan yang masih membutuhkan baterai. Dari baterai, jam tangan akan segera menyerap daya dan mengubahnya menjadi energi listrik untuk menggetarkan kuarsa kristal. Sehingga pada akhirnya, kristal akan bergetar setiap detik dan menggerakan jarum jam. Tetapi, untuk membuat getaran yang konsisten, jam tangan kuarsa membutuhkan sebuah microchip, yang mampu membuat pergerakkan jam menjadi stabil. 

 

2. Akurasi Penunjuk Waktu


Perbedaan sumber daya energi dari otomatis dan kuarsa mempengaruhi performa pada tiap jam. Hal ini membuat salah satunya memiliki kelebihan pada akurasi penunjukkan waktu, walau bukan perbedaan yang merugikan. Untuk jam tangan kuarsa, mereka memiliki akurasi yang sulit terpengaruh atau berubah oleh gangguan eksternal. Jam kuarsa cenderung lebih tahan terhadap getaran berlebih, seperti jatuh dari jarak yang cukup tinggi. Akibatnya, jam ini mempunyai akurasi yang senada dengan waktu dimanapun kamu berada.


Sedangkan akurasi jam tangan otomatis lebih mudah terpengaruh atau mengalami gangguan. Dapat dikatakan jam ini sangat rentan terhadap benturan. Karena seperti yang sudah diketahui, otomatis memiliki sistem yang lebih rumit dibandingkan kuarsa. Apabila salah satu bagiannya tidak bergerak sesuai seperti biasanya, maka sistemnya akan ikut berubah. Dengan demikian, bila terjadi benturan kamu perlu mengatur kembali akurasi jam tersebut.


3. Tampilan Jam Tangan

Dari penampilannya, kamu juga bisa langsung melihat perbedaan movement dari jam tangan, meski tidak semua. Jam tangan otomatis condong memiliki desain yang lebih mewah yang dikarenakan tampilan skeleton, di depan maupun belakang jam. Skeleton merupakan sebuah istilah yang digunakan untuk membedakan tampilan dengan mesin jam yang terlihat dari luar. Kerangka mesin tersebut diibaratkan seperti tulang yang ada pada tubuh jam. Sebagian besar jam tangan otomatis pasti mempunyai tampilan ini, yang seringkali memikat pada penggemar jam ataupun bukan. 


Kalau kamu bandingkan dengan jam tangan kuarsa, tentu secara optis akan sangat terlihat perbedaannya. Menjadi movement yang paling lama digunakan pada jam, kuarsa mempunyai tampilan yang klasik dan sederhana. Visual jam tidak ramai seperti otomatis, tetapi selalu menawan untuk kamu yang menggunakan jam untuk aktivitas keseharian. Rancangan jam tangan kuarsa akan lebih bermain pada pemilihan aksesori, hiasan, warna, dan juga pilihan strap.


4. Rincian Jam

Fakta menarik, jam tangan otomatis memiliki jangka waktu pembuatan lebih lama dari jam tangan kuarsa. Sebab jam otomatis membutuhkan ketelitian yang lebih rinci serta keahlian yang mendalam untuk menyempurnakan mesinnya. Bagian mesin jam membutuhkan ketepatan pemasangan yang maksimal agar jam bisa berfungsi dengan baik. Sekecil apapun kesalahan yang terjadi pada pemasangan, jam tangan otomatis kamu tidak akan beroperasi. Sementara itu, jam tangan kuarsa yang secara tampilan dan sistem dirancang lebih sederhana, mempunyai jangka waktu pembuatan memang lebih singkat.


5. Perbedaan Harga Signifikan

Jika dilihat dari segi harga, ada perbedaan yang cukup signifikan dari merek apapun termasuk jam tangan Fossil. Mungkin dari ketiga perbedaan di atas, kamu sudah sadar bahwa otomatis merupakan movement yang kompleks. Entah itu dilihat dari sisi sistem bahkan desain, semuanya terlihat lebih canggih dibandingkan dengan jam tangan kuarsa. Sehingga harga jam tangan otomatis condong menjurus ke arah yang lebih mahal. Sementara jam kuarsa cenderung lebih murah. Perbedaan harga ini kembali lagi bergantung pada merek serta material yang dipakai untuk jam. Kisaran perbedaan harganya sangat bervariasi dan tidak bisa ditentukan hanya dari penampilan. 

 

 

Message Us
0